Jumat, 11 Maret 2016

Cerpen Lucu berjudul 'Class Sweet Class'

Class Sweet Class


Cerpen Karangan:

Angin kencang melanda bulan Oktober. Bagi kami yang tak dapat menikmati tidur siang di rumah, hal ini menjadi sangat menyebalkan. Berbagai macam raut sebal, bosan, jenuh, ngantuk dan malas membayangi kelas. Ya, kelasku, kelas baru yang paling kocak dan berisik.
Eits, bukan maksudnya buka kelas baru ya. Kami sudah kelas tiga, atau biasa disebut kelas 12. Hanya saja begitu naik kelas, diadakan pembauran, campur aduk kayak gado-gado. Biang ribut, pendiam, bikin onar, jenius, nakal, pembelot dan sebagainya bersatu. Tapi entah karena sebab apa, kelasku ini paling spesial dan seru. Ini bukan hanya argumentasiku, tapi hampir seluruh pendapat anak jurusan IPA lho. Dan aku merasa beruntung mendapat kelas ini, karena dengan begitu, aku bakal melek terus selama guru menjelaskan pelajaran. Bukan karena gurunya galak (lain ceritanya) tapi karena anak-anak yang ribut. Seperti yang terjadi hari ini.
“Eh Mon, kau lihat apa tuh di bawah meja? Kok ada cahaya-cahaya sih?” seru Reno dari bangkunya.
Bukan cuma Temon yang ngejawab, tapi hampir sebagian besar anak lainnya, “Huuu keppoo kepooo!”
“Itulah kawan bagus, pikirkanlah perasaan guru tuh yang ngajar di depan. Kau ngomong gitu konsentrasi guru jadi pecah,” kata Temon sok bijak, buru-buru memasukkan Hp nya ke kolong meja.
Reno jadi geram, usilannya berbalik maut. “Oi lihat siapa yang ngomong!”
Tapi sayang sekali, Temon mendapat dukungan penuh. Alhasil Reno kalah telak dan harus mengalah. Biasanya kalau sudah seperti itu, aku selalu terbangun dari lamunan panjangku atau kantuk yang menyerang. Kami seharian tertawa seperti orang gila. Ada-ada saja yang mereka buat. Bernyanyi, berdebat, bermain dan bercanda. Tapi kalau yang namanya olok-olokan, itu jadi makanan sehari-hari buat Saadah.
Tepatnya ketika Temon, Reno dan sekutu-sekutunya yang luar biasa heboh dan berisik (entah bintang keberuntungan apa yang menyertai, mereka bisa bersatu) melakukan lawakan. Nah, kalau ribut begitu, siapa sih, anak yang tak tertarik untuk memandang? Dan sayangnya Saadah ini lehernya paling cepat berputar untuk melihat, tapi menjadi kaku ketika ketangkap basah dilihat mereka.
“Ngapain mandang-mandang, Saadah?!” bentak Aldo pakai urat.
“Gerek pakai celurit tak iye,” olok Reno nyaring, diiringi tawa anak-anak lain, termasuk aku juga (maaf Saadah!).
Saadah tak mau kalah, membalas sengit. “Eh bebek! Nanti benar-benar aku potong pakai celurit baru tau rasa!” Bebek itu panggilan Saadah buat Reno, karena mulutnya tak bisa berhenti monyong, ngoceh tiap detik, tiap menit.
“Masih mending, bebek lebih elit! Kau? Tikus di sawah-sawah tuh, hama!”
Dan mulailah adu mulut mereka, yang biasanya membuatku tertawa-tawa sampai sakit perut. Dan kalau aku juga ikutan ngomong ke anak-anak belakang, maka aku pun turut jadi sasaran.
“Apa Ain, diamlah! Papan tulis tuh di depan,” kata Andi yang duduk paling belakang.
“Ain, ribut!” tukas Bandi di barisan seberang belakang.
Aku mengernyit. Percuma kalau aku lawan, jumlah mereka lebih banyak, jadi aku diam saja. Memasang tampang cemberut sebisa mungkin. Kalau aku diam, maka Mely lebih banyak celotehnya. Dia bakalan tukar bangku dengan Saadah, dan bercerita padaku tentang K-Pop yang diidolakannya sambil bernyanyi-nyanyi; ne mosub gudaeroga choheunde naneun… oooh ooohhh…. Nah, kalau sudah begitu, bukan aku lagi yang menjawab. Aku tak perlu membuang-buang tenagaku untuk menanggapi bahasa yang tak terlalu ku mengerti meski aku juga senang lagu-lagunya. Karena dalam waktu beberapa detik, semua anak (terutama Temon cs) bakalan berseru.
“Ngapain si Mely tuuu?”
“Apa Meeel… iiih alllaaay,”
11 12 dengan Saadah, Mely pun komentar, “berisik kalian, suka-suka gue dong,”
“Ndak? Lah lah Mely pening dah tu,” timpal Aldo, lanjut perang pantang mundur.
“Cieee cieee,” semua anak mulai menggoda mereka berdua, yang terbilang meskipun sering adu mulut, tapi di situlah letak manisnya hubungan mereka.
Kalau sudah digoda begitu, mereka berdua bakal diam, menggerutu sendiri, menolak kenyataan bahwa orang yang melihat mereka seperti itu sangat co cewit (alay! Haha) alias so sweeet!
Beda Mely dan Aldo yang pakai bentak-bentak, beda lagi dengan cewek manja keimut-imutan di kelas. Suaranya lembut mengalahkan bantal bulu guling di rumah masing-masing. Ketika guru mengabsen, “Fika Lesmana,”
Maka cewek yang duduk di ujung dekat jendela itu menanggapi namanya, “ya paaak. Di siiinnniii,” ucapnya mengacungkan tangan dengan manja, menggembungkan pipinya.
“Aduuuhhh…” sontak semua cowok ikut-ikutan ngomong lembek kayak tahu. “Heleh heleeeh….”
Reno dengan gayanya yang khas, bakalan memekik bak banci, “Phiikaaa! Phiiikaa!” Pas giliran nama Reno yang disebut, dia bakalan nambahin kata “ganteng” di belakangnya. Jelas serempak semua anak ber-huuu, dan orang paling narsis sejagat, yang sudah putus urat malunya ini akan berdiri dan ber-cup sana-sini, kecuali jika ia melihatku berlagak muntah mendengarnya menambahkan kata “ganteng” itu.
“Ain jangan kau muntah, nanti kalau ternyata kita jodoh, diam kau!”
“Iiiisshhh,” aku mendesis jijik padanya.
“Jangan ber-ish-ish Ain, jodoh Allah yang ngatur, siapa tahu juga kita bisa bersama, nikah, terus bla-bla-bla,” begitulah celotehan Reno yang terkadang terdengar memalukan dan sangat menyebalkan. Tapi itu makanan sehari-hari, semuanya tampak biasa namun luar biasa.
Ketika jam istirahat, kami akan membuka bekal masing-masing dan makan bersama-sama dengan khidmat, kadang penuh tawa. Dan setelah itu, kami belajar kembali. Kelasku ini terkenal bukan hanya kumpulan anak nakal lho, tapi yang jenius juga banyak. Para paralel (juara keseluruhan jurusan kelas IPA/IPS) dari yang terbaik berkumpul di kelasku, sehingga kontras sekali jika melihat pemandangan kelasku ini. Seimbang. Biasanya yang pintar itu jadi tumbal untuk menjawab soal ketika anak-anak lain tidak tahu. Kesannya kelasku ini serba bisa terus.
“Maju, Poppy, selesaikan,” dorong Edho semangat, suara seraknya bergaung di kelas. Kalau yang hubungannya ilmiah, jelas anak nakal mati kutu. Jika bukan Poppy yang maju, maka Afza bakalan berjalan dengan pelan ke depan dan mengambil spidol, menulis jawaban hasil pencariannya pada angka-angka yang memusingkan.
Ah, Class Sweet Class. Begitu banyak kisah-kisah indah yang lucu, jenaka, dan menggugahku untuk berusaha menyukai kelas ini. Karena seperti yang kalian ketahui, sebagian besar pendapat seluruh kelas IPA, mereka iri degan kehangatan kelasku. Kelas yang heboh penuh canda, serius di saat yang tepat, bekerja tanpa upah, kompak bersepeda bersama pagi-pagi ke sekolah apabila hari itu ada jam olahraga.
My Class Sweet Class, kelak kenangan ini takkan padam, meski terkubur sedikit demi sedikit, maka tunggulah di sini. Buatlah semakin banyak gunungan kenangan, sehingga kita tak dapat menguburnya, karena lahan ingatan yang terbatas, dan kenangan kita yang tak terbatas.*

Cerpen Lucu berjudul 'Satria, Gara Gara Facebook'

Satria, Gara Gara Facebook


Cerpen Karangan:

Tulisan permintaan pertemanan dipijit, klik!! Beres, kata Satria di dalam hatinya. Dia masih asyik mengutak-atik dan memandangi fesbuk di ponselnya. Satria mencoba meraih gelas teh di meja, haus… Tapi asbak yang didapat. Lalu dikembalikan asbak tersebut di tempatnya, dan kali ini gelas beneran yang dia dapat. Glek, glek Ah segar… Haus pun hilang!

Yessss!!! Teriak Satria di ruang tamu sembari mengepalkan tangannya. Tahu kenapa dia girang? Satria mendapat teman baru dari fesbuk di ponselnya yang masih dia pegang. Namanya Gita. Bu Ratna ibu Satria yang berdiri di dekatnya agak keheranan melihat tingkah laku putra tunggalnya tersebut. “Ibu mau ke warung untuk membeli ikan dan sayuran. Ibu tadi menanak nasi di dapur, tapi belum matang. Nanti kalau sudah sekitar sepuluh menit Ibu belum pulang, kamu matikan ya kompornya. Itu berarti nasinya sudah matang. Jangan lupa!! Diingat..!” Kata Bu Ratna lalu pergi. “Siap! Beres!” Jawab Satria sambil terus asyik mainin fesbuk.
Satria sangat gemar membaca status dan komen milik fesbuker. Terkadang Satria sampai senyum-senyum sendiri, ketawa ketiwi, sedih, nangis, lompat-lompat, jungkir balik, jumpalitan, gulung-gulung, bahkan ketiduran, dan lain sebagainya. Agak lama kemudian Bu Ratna pulang.
“Ada bau sate? Satria, kamu beli sate ya? Kamu pasti pecahin celengan kamu untuk beli sate…” Kata Bu Ratna.
“Ah, tidak kok Bu.” Jawabnya.
“Terus kok ada bau bakar-bakaran? Apa ada tetangga kita yang punya hajatan?” Tanya Bu Ratna makin penasaran.
“Tidak tahu…” Jawab Satria tanpa menoleh sedikit pun. Sebab lagi seru-serunya fesbukan.
“Berarti ini… ini… bau dari dapur kita. Hah? Satriaaaaa!!” Teriak Bu Ratna lalu tergesa-gesa ke dapur.
Dimatikannya kompor itu. Bu Ratna meraih sapu lidi yang ada di pojok ruangan, dan segera ke ruang tamu. Mana anak itu? Hm, sudah kabur??Pikir Bu Ratna. Terlihat ruangan tamu kosong, tidak ada penghuninya. Lalu kemanakah Satria? Sebenarnya Satria sudah tahu kalau ibunya mengambil sapu lidi tersebut untuk ditepuk-tepukin di pantatnya. Ah tidaaakkk!!!

Satria masih fesbukan, tapi kali ini di gardu kampung. Mumpung lagi sepi. Ada seorang laki-laki bertubuh kekar datang duduk di sampingnya. Satria diam. Orang itu tersenyum.
“Bang, mau beli baju bekas tidak? Bagus-bagus bang. Dah murah saja…” Katanya.
“Baju apa bang?” Tanya Satria.
“Ini celana dua, kaus dua, dan kemeja satu,” Kata lelaki itu sambil mengeluarkannya dari bungkusan tas keresek hitam. “Wah!! Bagus banget bang! ini my style. Memangnya mau dijual berapa Bang?” Satria kegirangan.
“Seratus ribu saja Bang. Buat makan. Lapar nih…” Kata laki-laki itu.
“Kalau lima puluh ribu gimana?” Tawar Satria.
“Okelah, buruan… lapar nih!” Jawab laki-laki itu.
“Iya, iya… Nih uangnya,” Satria memberikan selembar uang lima puluh ribuan.
“Makasih Bang!” Kata laki-laki itu langsung pergi.
Satria membawa bungkusan itu pulang. Dia taruh di atas meja. Bu Ratna tahu, lalu membuka bungkusan itu.
“Tumben kamu rajin, mau ngambilin jemuranmu di depan yang Ibu cuci tadi pagi. Itu baju-bajumu kenapa ditaruh tas keresek? Sana taruh di meja kecil, nanti mau Ibu setrika,” Kata Bu Ratna. “Jadi ini baju Satria sendiri Bu?” Kata Satria kaget seperti mendengar letusan mercon, di bulan Ramadhan.
“Iya, tadi pagi Ibu cuci. Terus Ibu jemur di depan. Memang bajunya siapa?” Jawab Bu Ratna. Ahh tidaaakk (tepuk jidat )!! Berarti laki-laki yang ditemui Satria tadi adalah maling jemuran. Korbannya Satria, penadahnya juga Satria! Hening sejenak. Satria diam mematung, ada yang mengganjal di dalam hatinya. Seperti sebongkah batu, sebesar asbak.

Malam ini Satria menghabiskan waktu hanya dengan fesbukan. Dia menanti kabar dari Gita, teman barunya. Detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam tak kunjung ada kabar. Satria penasaran. Hingga tertidur dengan penasaran. Dan bermimpi dengan rasa penuh penasaran.
Kukuruyuuuukkk!!! Suara ayam jago berkokok tanda waktu mulai subuh. Satria bangun tidur, cuci muka, terus berangkat ke mesjid. Sepulangnya langsung bersih-bersih kamar dan menyiapkan buku-bukunya. Lanjut mandi, sarapan pagi, dan berangkat kesekolah. Bel sekolah berbunyi, semua murid duduk rapi di bangkunya masing-masing.
“Kumpulkan buku PR bahasa Inggris kalian di depan!” Kata Bu Fellin membuka pelajaran hari ini. Satu per satu teman-teman Satria maju ke depan mengumpulkan bukunya. Kecuali Satria (yang tepuk jidat lagi). Alhasil, Satria mendapatkan hukuman berdiri di depan kelas selama sepuluh menit. Pulang sekolah ada yang mencegat Satria di depan pintu gerbang sekolah. Seorang cewek, cantik. Namanya Gita. Dari SMA Puteri. Sudah dulu yaa, biarkan Satria ngobrol sama Gita. Jangan diganggu!

Cerpen Lucu berjudul 'Satria, Jones'

Satria, Jones

Cerpen Karangan:

Bu Fellin berdiri di depan kelas, “Selamat pagi Anak-anak!” Murid-murid menjawab, “Selamat pagi Bu!” Seisi ruangan kelas X-A duduk manis menantikan pelajaran pertama hari ini.
“Satria, maju ke depan! Tolong hapus papan tulisnya, sebelum kita mulai berdoa!” perintah Bu Fellin. Satria berdiri, dia melangkah ke depan. Aneh… Tiba-tiba saja seluruh penghuni kelas tertawa terbahak-bahak. Bahkan ada yang sampai gulung-gulung plus jumpalitan sambil sesekali ngegebrak meja.
Satria tetap cuek donal bebek dan menghapus papan tulis di depannya. Masa bodoh, pikirnya. Bu Fellin jadi heran melihat semua muridnya ramai dan terkekeh-kekeh mirip suarana Pasar Rebo. Bu Fellin menatap punggung Satria. Ah! Ternyata di punggung Satria telah ada sehelai kertas yang direkatkan dengan plester, bertuliskan ‘Jones (Jomblo Ngenes)’ dengan huruf kapital semua. Hurufnya besar banget. Bu Fellin mengambil kertas tersebut. Satria tersipu malu kupu-kupu berpipi semu merah jambu. “Siapa yang menempelkan kertas ini di punggung Satria?” Tanya Bu Fellin pada Murid-muridnya. Semua terdiam. Hening. Sunyi. Senyap, tak ada yang bersuara dan tak ada yang bergerak.

Jam empat sore di perempatan jalan komplek perumahan sederhana, nampak sesosok makhluk imut sedang berdiri acuh tak acuh. Seorang cowok. Senyumnya ditebar ke mana-mana. Baunya wangi. Terlihat jelas kalau dirinya barusan mandi. Cowok itu memakai sepatu sport warna hijau muda bergaris putih. Memakai celana jeans merek terkenal warna biru tua. Serta mengenakan kaus putih bertuliskan ‘Cerpenmu Dot Com’ di dadanya. Sesekali dia membusungkan dadanya agar tulisan itu terlihat. Nama cowok keren itu adalah Satria (ini lagi, ini lagi! Yang lain napa?).
Lalu melintaslah Nuri bersama motornya, cewek manis teman satu kelasnya. Dia berhenti tepat di depan Satria, “Bro! tumben dandan rapi banget? Lagi usaha ya? Biar gak jadi Jones… Hahaha.” sapa Nuri mirip burung Nuri kalau sedang berkicau. Satria cuek, tapi kali ini bukan cuek bebek, tetapi cuek wayang golek. Noleng ke kiri noleng ke kanan sambil bersiul-siul tapi gak ada suaranya. Belum sempat Satria menjawab, Nuri sudah berpamitan, “Aku mau belanja dulu ke toko grosir, disuruh Mama! Da daaa Jones!” Teriak Nuri lalu cabut pergi bersama motornya. Nuri tidak sadar, dompet yang di genggamnya jatuh. Satria mengetahuinya, lalu mengambil dompet tersebut. Dan berlari mengejar Nuri. Terjadilah kejar-kejaran.
‘Apaan sih? Satria naksir aku ya?’ pikir Nuri ketika tahu dari balik kaca spion Satria lari mengejarnya. Nuri tancap gaspol. “Nuriiii!! Tungguuu!” Teriak Satria yang berlari-lari mengejar sambil melambai-lambaikan tangannya (mirip uji nyali salah satu acara ditelevisi). Nuri berhenti. Satria hampir sampai. Tapi Nuri cabut pergi lagi. “Apaan sih? Aku terburu-buru disuruh mama belanja tauuu!” Nuri tancap gaspol lagi. Hingga gasnya tak tersisa. Satria yang hampir saja sampai padanya menjadi jauh lagi jaraknya.
“Wooyyy! Burung jeleekk… Dompetmu jatuh nih!” Teriak Satria keras banget sambil mencontongkan kedua telapak tangan di mulutnya, sembari terus berlari mengejar Nuri. Akhirnya Nuri benar-benar berhenti. Satria terus menghampiri, hosh, hosh, hosh suara napas Satria mirip suara angsa yang ketemu jodohnya. “Nih, dompetmu jatuh! Entar kamu pake apa kalau belanja gak bawa dompet.” Jelas Satria mirip dosen akuntansi. Oh So Sweet! Satria menyodorkan dompet itu. Nuri kaget dan menerimanya. “Makasih ya! Maaf aku terburu-buru nih. Da daaa Jones hahaha!” Teriak Nuri lalu tancap gas dan menghilang di antara kendaraan-kendaraan yang lain. Satria masih konsentrasi pada napasnya yang naik turun seperti lift di Mall Indonesia. Dia balik badan untuk melihat tempatnya semula berdiri. What? Ada nih sekitar dua ratus meter. Satria berjalan lunglai kembali ke perempatan. Jalannya pelan banget seperti seekor kura-kura. (Bantuin dong! Digendong kek!)
Satria kembali berdiri bagai patung pahlawan di perempatan jalan. Semenit kemudian berhentilah sebuah mobil sedan jadul buatan tahun 90-an. Warnanya biru metalik. Kelihatannya mobil tersebut sedang mogok. Ternyata pemilik mobil itu adalah Nazwa, teman sekelasnya juga. “Hai Nazwa, ada apa?” Tanya Satria sambil membusungkan dada agar tulisan di kausnya bisa terbaca. “Mobilku mogok nih, tolongin dong!” kata gadis cantik berkacamata tersebut. Singkat cerita, Satria mengajak dua sahabatnya Edo dan Hasan untuk mendorong mobil tersebut. Mereka bertiga sudah berdiri di belakang mobil.
“Semua siap!” perintah Satria, “Satu, dua, tiga!” Mereka bertiga mendorong mobil tersebut. Nazwa menstarter mobilnya. Drumm, drumm, dum dum, asap hitam pekat keluar dari knalpot dan menerpa wajah ketiga pemuda SMA Masa Depan itu. Tap!! Tapi mobil itu kembali mati. “Ulangi dong!” teriak Nazwa dari balik kemudi. “Ayo-ayo,, satu dua tiga hiyaaa!” Mereka bertiga mendorong dengan sekuat tenaga, drumm, drumm, dum dum, asap kembali mengepul dan kali ini lebih hitam dan lebih pekat. Uhuk uhuk. Mereka batuk. “Makasih ya teman-teman! Da daa…” Teriak Nazwa dari dalam mobil dan melaju zig zag meninggalkan ketiganya.
Sampai tiba di rumah, Satria dihentikan Bu Ratna di depan pintu.
“Kamu siapa ya?” tanya Bu Ratna.
“Saya Satria, Bu!” Jawabnya.
“Perasaan anak Ibu itu kulitnya putih, tapi kamu kok hitam legam mirip Mike Tyson gini?” kata Bu Ratna lalu meraih telinga putranya, dan dijewer.
“Cepat mandi!” Auh! (Kamu mau? Sini!)

Malam ini Satria termenung di kamarnya, pikirannya melambung tinggi ke angkasa, seperti balon-balon yang lepas dari genggaman tangan dan hinggap di kaki langit. Tok tok tok, suara pintu depan rumah terdengar diketuk orang. Satria beranjak membukakan pintu.
“Vania? Ada apa?” Tanya Satria.
“Malam, aku ingin belajar bersama di rumahmu.” Jawab Vania.
“Silahkan masuk! Kamu sendirian? Rin ke mana?” kata Satria.
“Tidak tahu, dia tidak ada di rumahnya.” jawabnya.
Bla bla bla bla mereka bercengkerama sambil belajar dan sesekali bercanda ria. Kadang cubit-cubitan pipi, jewer-jeweran telinga, lompat-lompat, main petak umpet, sampai main tebak-tebakan. Begini tebak-tebakannya Satria untuk Vania.
“Ikan apa yang tidak bisa bergerak ke kiri, ke kanan, ke depan, dan ke belakang?” Vania garuk-garuk kepala.
“Ikan pepes!” jawabnya.
“Salah! Ini ikannya masih hidup kok.” terang Satria panjang kali lebar sama dengan luas.
“Nyerah deh!” kata Vania manja.
“Jawabannya adalah, ikan kejepit!” kata Satria kalem.
“Ihh! Curang…” protes Vania lalu memencet hidung Satria dan digoyang-goyang ke kiri dan ke kanan.
Ngik ngok ngik ngok! Sesekali Bu Ratna ibu Satria mengintip dari balik pintu dapur.

Setelah Vania pulang, Satria merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Dia pun terlelap. Satria sedang mandi di sungai dekat air terjun yang airnya sangat jernih dan dingin sekali. Di sekelilingnya adalah hutan yang sangat lebat, mirip hutan Amazon. Saat Satria main lompat-lompatan dari batu ke air sungai, tiba-tiba munculah ular Anaconda yang sangat besar sebesar pohon kelapa dari dalam air. Warnanya hijau tua. Ular tersebut langsung menggigit dan menelan tubuh Satria hidup-hidup. Aaaaaaa! Satria berteriak sangat keras dan…. Gluduk! Satria terjatuh dari tempat tidurnya. Ternyata dia bermimpi digigit ular. ‘Apa ya artinya mimpiku ini?’ Batin Satria. (Kasih tahu gak ya?)

Cerpen Lucu berjudul 'Hmm...'


Hmm…

Cerpen Karangan:

Terpaku membisu dalam keheningan malam, ingin rasanya ku menjerit dalam kesunyian, namun apa daya. Untuk apa ku menjerit dalam kesunyian, tak akan ada pula yang dapat mendengar jeritanku meski dalam kesunyian, mereka semua sibuk dengan urusannya masing-masing. Mungkin hanya Tuhan yang dapat mendengar semua keluh kesahku. Berulan–bulan yang lalu aku memiliki seorang sahabat yang sangat baik hati-hati, telah lama ku mengenal sosok sahabatku, sahabat yang selalu ada untukku, semua keluh kesah ku ceritakan padanya.
Karena hanya dia yang dapat mengerti aku. Susah senang kita jalani bersama, sejak ku duduk di bangku perkuliahan dialah yang pertama membuatku berubah menjadi sosok yang dewasa dan tak kekanak–kanakan lagi. Aku dan dia memang memiliki sisi yang berbeda sangat jauh bagai langit dan bumi, tapi dengan perbedaan itulah yang membuat kita akhirnya bersatu dan hingga kini kita masih menjadi sahabat.
Suatu ketika sahabatku tak memberiku kabar hingga 2 bulan lamanya, entah ke mana dia pergi, menghilang begitu saja seperti ditelan bumi. Setiap hari aku selalu memberinya kabar melalui sms, menelepon. Tiap kali aku sms tak pernah dibalasnya, ku telepon nomor hp-nya tak pernah aktif. Aku penasaran saja mengapa dia tak memberiku kabar hingga 2 bulan lamanya. 1 minggu sebelum dia menghilang dia bilang bahwa dia akan pergi dari hadapanku dengan waktu yang cukup lama. Ahh aku tak percaya dia akan pergi dalam waktu yang lama, paling hanya pulang kampung saja.
“San, kamu jaga diri baik-baik di sini ya?” ucap sahabatku.
“loh setiap saat kan aku selalu jaga diriku baik-baik kok, lagian aku udah gede bukan lagi anak kecil” ucapku.
“Ehmm.. kamu nih bisa sedikit serius gak sih? aku ini minta kamu jaga diri kamu baik-baik karena jika suatu saat aku pergi kamu bisa jaga diri kamu sendiri tanpa aku, sahabatku yang selalu nemenin kamu!” ucap sahabatku dengan nada kesal.
“loh kamu mau ke mana? ikut dong, mau pergi berapa lama? lagian kita kan bentar lagi libur semester, waktunya cukup lama juga buat pergi-pergi, aku ikut ya? masa kamu mau ninggalin sahabat sebaik, secantik dan seimut aku gini sih?” tanyaku dan mencoba mengolok supaya aku ikut dengannya.
“Ya ampun saaaan, pemikiran kamu ini emang gak bisa dewasa ya! maksud aku pergi itu bukan berarti pergi main-main, tapi ada urusan penting yang mengharuskan aku pergi” ucapnya kesal. “kenapa kamu harus pergi dari aku sih, kalau aku nanti kenapa-napa gimana? kamu gak kasihan sama aku apa?”
“iyaa Santi sayang, aku sayang kamu, kamu udah nemenin hari-hariku selama ini, ya meski aku nanti pergi dalam waktu yang lama ku harap kamu baik-baik di sini, aku yakin kamu bias jaga diri kamu, jangan nakal-nakal, aku ini sahabat kamu, kalau kamu kenapa-kenapa di sini aku pasti bisa merasakannya” ucapnya serius.
“Ya sudah kalau memang kamu ingin pergi ya pergi saja, tapi ingat kamu juga di sana baik-baik, aku juga sahabat kamu, jadi kalau kamu di sana kenapa-Kenapa aku juga pasti bisa merasakannya, aku sayang kamu juga sahabatku.”
Hmmm.. entah apa yang harus ku lakukan, aku memang bisa hidup tanpanya, tapi kini aku sangat kesepian tanpanya, 2 bulan lamanya dia menghilang, hingga kini dia tak kunjung mengabariku, aku semakin cemas. “apa sih yang kamu lakukan di sana? aku hanya berharap dan berdoa pada Tuhan supaya kamu baik-baik di sana, kamu selalu ingat aku sahabatmu di sini, serta kamu cepat kembali bersamaku” ucapku dalam hati yang mengharapkan dia cepat kembali.
Aku memang sudah kenal lama dengannya, tapi selama aku kenal dengan dirinya tak pernah diberitahu akan kampung halamannya, setiap ku tanyakan di mana kampung halamannya dia selalu menjawab sangat jauh, kamu gak akan kuat untuk pergi kesana dalam waktu 2-5 hari, katanya. Yaah mungkin tempat tinggal dia di luar pulau mungkin dan sangat jauh, makanya dia gak mau kalau aku ke sana dan gak akan pernah memberitahuku akan tempat tinggalnya, karena gak mau buat aku lelah saat di perjalanan, gumamku dalam hati.
Hari demi hari, bulan demi bulan ku lalui tanpanya, seakan ku hampa tanpa kehadiran sosok sahabat yang ku sayang itu. Entah ke mana dia pergi, kini dia sudah tak lagi bersamaku, dia sudah tak pernah kembali padaku, tak pernah kembali ke kampus yang tercinta ini. Aku lelah mencarinya yang tak kunjung mendapatkan kabar, aku putuskan untuk berhenti mencarinya, karena aku berpikir dia sudah lupa denganku. Hingga 1 tahun kemudian tiba–tiba dia muncul di hadapanku, aku tersentak kaget, antara perasaan senang, bahagia, sedih, dan kesal semua menjadi satu. Aku tak percaya dia akan kembali padaku. Aku langsung memeluk erat dirinya, karena aku sangat rindu padanya. Tapi.. semua di luar dugaan, saat aku memeluk erat dirinya, dia melepaskan pelukanku dan mendorongku seakan dia tak mengenalku.
“hei! kamu siapa tiba–tiba memelukku seperti itu? kita juga gak pernah kenal kan sebelumnya?” tanyanya dengan kesal sekaligus bingung.
“loh, kamu kenapa sih? ohh jadi gitu cara kamu melupakan sahabatkamu yang selalu ada buat kamu! Kamu jahat banget sih, sudah satu tahun kamu menghilang, bukannya ngasih kabar! sekarang kita dipertemukan bukannya seneng, malah dorong aku, kamu jahat!” ucapku dengan keheranan sekaligus marah padanya.
“Sahabat! kita kan baru ketemu, masa udah jadi sahabat, yang bener aja dong, kamu lagi sakit nih ya? bisa-bisanya bilang kita kalau kita sahabat” ucapnya dengan kesal.
“Ya ampuuuun, tega banget sih kamu bisa lupain aku semudah itu, ya udah terserah kamu aja deh, mau kenal apa enggak yang penting aku seneng banget kamu sudah kembali sama aku dan aku masih tetep sayang kamu sahabatku” ucapku sembari meninggalkan dia pergi.
Mentari pun kian menghilang di ufuk barat, menandakan siang kan berlalu dan malam kan datang. Seperti biasa aku selalu diam dalam kamar dan belajar. Teringat akan hal yang terjadi di kampus tadi, “aku heran kenapa dia seperti itu, kenapa dengan mudahnya dia melupakanku? apa mungkin aku sudah tak ada lagi di hati dan pikirannya sebagai sahabatnya? ahh sudahlah, mungkin dia cuma bercanda, aku besok temui dia saja deh di kampus” gumamku. Akhirnya ku tertidur dengan lelap hingga sang surya menebarkan senyum hangatnya.
Aku bergegas mandi dan menuju kampus dengan cepat karena sudah tak sabar ingin bertemu dengan sahabatku tersayang. Tibanya ku di kampus, aku langsung menemuinya, dia biasa duduk di bawah pohon rindang dekat parkiran motor sebelum dia masuk kelas. Namun, dia tetap heran kenapa aku selalu menemuinya, tiba–tiba dia memperkenalkan dirinya, aku kaget mendengar namanya karena nama itu bukan nama sahabatku yang ku kenal dulu. Aku memperlihatkan fotoku dengan sahabatku kepadanya, dia pun kaget dan heran.
“Oh ya aku punya foto sahabatku, ini foto sahabat yang aku sayang” ucapku.
“loh, kok sama sih, aku kan gak punya kembaran kok” ucapnya dengan kebingungan.
“Aku juga tak mengerti mengapa semua ini terjadi, aku heran dengan semuanya, atau mungkin kita ditakdirkan untuk bertemu? mau kan kamu jadi teman aku, dan untuk kemarin aku memelukmu, maaf aku gak sengaja, karena kamu sama persis dengan sahabatku” ucapku.
“iya gak apa–apa kok, justru aku yang harusnya minta maaf sama kamu, karena aku udah dorong kamu kemarin” ucapnya.
Kami pun akhirnya berteman, meski ku takut dia nantinya akan pergi meninggalkanku. Hari demi ku lalui bersamanya, aku mencoba menceritakan semua yang terjadi antara aku dan sahabatku. Temanku pun bisa menenangkan aku, sama halnya dengan sahabatku, dia selalu menenangkan aku. Sikapnya itu sama persis dengan sikap sahabatku, hanya nama yang berbeda darinya, mungkin inilah sosok yang akan menemaniku nanti. Lama–kelamaan aku mencari tahu tentang tempat tinggal temanku itu. Temanku ini memberitahu di mana dia tinggal, dan katanya kapan-kapan aku akan diajak ke rumahnya. Syukurlah dia tak sama dengan sahabatku yang sulit sekali menunjukkan tempat tinggalnya padaku. Bulan depan aku diajak oleh temanku itu ke rumahnya, dia kenalkan aku dengan orangtuanya, aku heran kenapa dia memperkenalkan aku dengan orangtuanya, padahal kita kan hanya sebatas teman gak lebih.
Di bulan–bulan berikutnya dia menunjukkan sikap yang berbeda dari biasanya, dia selalu memberikan perhatian lebih dari biasanya, halnya kalau aku ini pacarnya. Tiba–tiba saat aku sedang duduk melamun di bawah pohon rindang, dia memberikan aku setangkai bunga mawar, aku kaget dengannya kenapa tiba–tiba dia memberikan aku bunga. Ternyata selama ini dia suka sama aku semenjak pertama kali kita bertemu, setelah ku pikir–pikir aku juga memang suka dengannya. Tak selang beberapa hari kita pun akhirnya resmi berpacaran. Hari–hari yang kami jalani begitu indah dan sangat bahagia hingga aku melupakan sosok sahabat yang selama ini aku sayang. Kini bukan hanya sahabatku dulu yang ku sayang, tetapi aku juga sayang dan cinta dengan pacarku kini.
Berbulan–bulan kita berpacaran, pacarku secara tiba–tiba mengajakku untuk pergi ke pantai untuk melihat sunset, aku seneng banget bisa melihat sunset dengannya, karena ini mengingatkanku kembali pada sosok sahabatku yang dulu. “sayang, liburan semester nanti kita ke pantai yuk? kita lihat sunset” tanyanya.
“Beneran kamu mau ajak aku ke pantai dan melihat sunset? kamu tahu gak, secara tak sadar aku kembali mengingat sahabatku, yang dulu dia pernah berjanji akan mengajakku pergi ke pantai untuk melihat sunset” ucapku.
“waah yang bener sayang? ya syukur kalau gitu, nantinya sunset itu akan menjadi obat penawar rindu pada sahabatmu itu” ucapnya.
“iyaa, betul juga tuh” ucapnya dengan membuat hatiku makin bahagia.
Liburan semester pun akhirnya tiba, tak sabar rasanya inginku cepat–cepat ke pantai untuk melihat sunset. Keesokan harinya aku segera bersiap–siap untuk menuju pantai, aku dan pacarku berangkat tepat pada pagi hari karena perjalanan menuju pantai cukup memakan waktu yang lama. 5 jam kami berada di perjalanan akhirnya sampai juga ke tempat tujuan kami yaitu pantai. Sesampainya di sana kami pun langsung menuju tempat penginapan, karena perjalanan yang cukup melelahkan itu kami pun beristirahat di kamar masing–masing. Hingga tepat jam 5 sore kami bergegas menuju pantai untuk menikmati pemandangan sore hari di pantai yang indah serta melihat sunset. Kami sempat berbincang–bincang di sana.
“Sayang, lihat deh sebentar lagi matahari akan bersembunyi di ufuk barat, cahayanya akan segera menghilang” ucapnya.
“Iya betul juga, kita lihat lebih dekat yuk keindahan senja di sore hari ini” ucapnya. Namun tiba–tiba saat aku melihat mentari yang tersipu malu itu ku lihat ada bayangan seseorang yang sepertinya aku mengenal betul akan sosok bayangan yang aku lihat itu. Aku tersentak kaget saat melihat sosok yang ada 5 meter di hadapanku itu.
“Ya Tuhan, siapa dia? sepertinya dia sudah tak asing lagi di mataku,” ucapku. Tapi aku hanya dapat melihat bayangan hitam itu, karena mentari kan segera bersembunyi hingga yang tampak di hadapanku itu hanya bayangan saja. Pacarku pun kaget melihataku yang tiba–tiba terdiam. Hatiku berdetak begitu kencang hingga sulit untukku bernafas ketika lambat laun bayangan itu kian menjauh pergi, karena aku penasaran akan bayangan yang ada di hadapanku itu, aku bergegas berlari menuju bayangan dengan mengajak pacarku juga untuk ikut mendekati bayangan hitam. Namun pacarku sepertinya tak mengetahui bahwa aku melihat sosok sahabatku di depan sana.
Akhirnya aku berlari sendirian mendekati sosok bayangan hitam dan pacarku pun mengikuti di belakangku, meski dia tak tahu apa yang sedang aku kejar. Langkah demi langkah ku dekati bayangan hitam, namun bayangan itu semakin menjauh dan tiba–tiba menghilang, aku lelah mengejarnya karena tak juga dapat mendekati bayangan itu, dia semakin saja menjauh dari hadapanku. Aku terdiam dan menangis ketika aku tak mendapatkan sosok bayangan yang tadi aku lihat. Pacarku pun kemudian melihatku yang menangis dan langsung memelukku, menanyakan kenapa aku tiba–tiba berlari dan kemudian menangis.
Aku yang masih saja menangis melihat sosok yang aku kira sahabatku itu menghilang untuk kedua kalinya. Lambat laun aku coba bercerita kepada pacarku apa yang sedang aku kejar dan kenapa aku menangis. Pacarku pun memeluk erat kembali tubuhku dan menenangkan aku. Pacarku berkata, “mungkin dia kembali sebagai sosok bayangan hanya sekedar melihatmu bahagia bersamaku, orang yang kini memelukmu, orang yang kini kamu sayang, dia yang kata kamu dahulu sering menemanimu, yang sering mengertimu, kini akulah penggantinya meski berbeda, tapi aku akan selalu berusaha menemanimu, menjagamu, mengertimu, mencintaimu dan menyayangimu, kamu mau kan hidup denganku selamanya? kamu mau kan menjadi pendamping hidupku, dan kamu mau kan jadi istriku?” ucapnya yang sangat serius itu membuat aku berhenti menangis.
“Menjadi istrimu? asal kamu bisa menyayangiku dengan tulus serta menerimaku apa adanya, aku bersedia untuk menjadikanmu imam dalam keluargaku” jawabku dengan keseriusan pula. Pacarku kemudian melepaskan pelukannya dan kemudian dia bertekuk lutut serta memberikanku cincin yang sangat indah, sembari berkata, “Will you marry me?” Aku pun terdiam dan membisu saat dia menyatakan hal itu untuk pertama kalinya dengan suasana yang romantis dan di hadapan orang banyak saat itu, di saat tepat sang mentari telah hilang di ufuk barat.
Aku menerima lamarannya saat itu dan aku bahagia sekali akhirnya ada orang yang benar–benar tulus dan serius denganku. Kemudian kami pun berpelukan mesra untuk sesaat. Namun yang masih aku pertanyakan ialah ke mana sahabatku menghilang? serta siapakah bayangan hitam yang tadi aku lihat? apa benar bahwa sahabatku itu menghilang dan menggantikan aku dengan sosok pacar yang mirip dengamu agar aku masih dapat merasakan kehadiran sosok sahabatku dalam raga pacarku yang kini menjadi tunanganku? gumamku dalam hati. Hmmm.. entahlah, ini memang misteri yang tak akan pernah bisa aku pecahkan, tapi yang pasti aku bahagia dengannya meski aku tak tahu kenapa sahabatku pergi secara tiba-tiba.

Kata - Kata Bijak

Kata - Kata Bijak

Kata kata bijak dan kata kata mutiara itu tidak beda jauh sama-sama mempunyai makna dan nilai norma baik itu tentang cinta, persahabatan, kehidupan dan pendidikan. Kata kata bijak merupakan kata kata yang mengandung makna dan nasihat yang diperntukkan sebagai internal motivator untuk orang-orang tertentu. Salah satu motivator Indonesia yang sering menggunakan kata kata bijak dan kata kata motivasi adalah bapak Mario Teguh.
Kata kata bijak umumnya bersifat sebagai motivasi yang didalamnya terdapat beberapa kata yang bisa memotivasi diri kita sehingga membuat kita menjadi bersemangat dalam menjalani kehidupan ini. Nah, bagi kamu yang suka update status facebook dengan menggunakan kata-kata bijak mungkin beberapa kata kata bijak di bawah ini dapat anda gunakan, silahkan lihat selengkapnya sebagai berikut.

Kumpulan Kata Kata Bijak dan Motivasi Terbaru 2016

Orang yang kuat hatinya, Bukan mereka yang tidak pernah menangis, Melainkan Orang yang tetap tegar ketika banyak Orang menyakitinya.
Seberat apapun beban masalah yang kamu hadapi saat ini, percayalah bahwa semua itu tidak pernah melebihi batas kemampuan kamu.
Hargai dia yang membencimu, karena dia adalah penggemar yang telah menghabiskan waktunya hanya untuk melihat setiap kesalahanmu.
Jangan menyerah atas impianmu, impian memberimu tujuan hidup. Ingatlah, sukses bukan kunci kebahagiaan, kebahagiaanlah kunci sukses. Semangat !
Jangan iri atas keberhasilan oranglain, karena kamu tidak mengetahui apa yang telah ia korbankan ununtuk mencapai keberhasilannya itu.
Jangan bandingkan orang yang mencintaimu dengan masa lalumu. Hargai dia yang kini berusaha membuatmu bahagia.
Wanita itu unik, mereka ingin kamu tahu bagaimana perasaannya tapi mereka tidak ingin mengatidakannya padamu.
Jika kamu mencintai seseorang, cintailah dia apa adanya, bukan karena kamu ingin dia menjadi seperti yang kamu inginkan, karena sesungguhnya kamu hanya mencintai cerminan diri kamu pada dirinya.
Jika kamu gagal mendapatkan sesuatu, hanya satu hal yang harus kamu lakukan, coba lagi!!!!
Janganlah kamu mencintai seseorang karena paras/wajahnya, hartanya dan jabatannya, tapi cintai karena kebaikan dan ketulusan hatinya karena diantara itu semua, hanya kebaikan dan ketulusan hatinya yang tetap abadi.
Datangilah sahabatmu di saat dia susah dan lenyaplah di saat dia bahagia, karena sesungguhnya kamulah yang akan diingat di saat dia sedang susah di saat kamu membantunya.
Ketika diri kita merasa telah dikhianati dan dikecewakan, berdoalah agar suatu saat kau tidak akan mengkhianati dan mengecewakan, karena kamu juga telah merasakan betapa sakitnya dikhianati dan dikecewakan.
Waktu adalah pedang, jika kamu bisa menggunakan dengan baik, maka pasti akan membawa keberuntungan, tapi jika kau menggunakan dengan buruk, pasti dia akan membunuhmu.
Berfikir positif dan optimis terlihat seperti kalimat puisi yang sepele, tapi sdarilah ini sangat penting dalam peran anda mengambil keputusan yang akan menenuntukan kesuksesan atau kehancuran.
Berpikirlah sebelum berbicara, karena dengan begitu, kamu akan mengurangi kesalahan pun masalah yang mungkin akan terjadi.
Jika kamu memiliki keinginan untuk memulai, kamu juga harus mempunyai keberanian dan keinginan ununtuk menyelesaikannya, bukan hanya mengakhiri.
Seberat apapun harimu, jangan pernah biarkan seseorang membuatmu merasa bahwa kamu tidak pantas mendapat apa yang kamu inginkan.
Terkadang, kamu berusaha menghindari sesuatu, bukan berarti kamu membencinya. Kamu menginginkannya tapi kamu tahu bahwa itu salah.
Jangan tidakut akan perubahan. Kita mungkin kehilangan sesuatu yang baik, namun kita akan peroleh sesuatu yang lebih baik lagi.
Tuhan tidakkan berikan cobaan melebihi kemampuanmu. Ketika putus asa, ingatlah, jika Tuhan memberinya padamu, Dia akan membantumu melewatinya.
Ketika seseorang yang sangat kamu percaya mendustaimu, ketahuilah bahwa kamu tengah belajar ununtuk lebih percaya pada dirimu sendiri.
Jangan terpuruk ketika kamu tengah berada dalam situasi terburuk. Tuhan memberikannya padamu, karena Dia ingin kamu lebih kuat dari sebelumnya.
Jika kamu berubah hanya karena ingin seseorang menyukaimu, maka kamu dicintai seseorang yang memang bukan dirimu.
Cinta tidak akan menuntut kesempurnaan, cinta akan memahami, menerima dan rela ununtuk berkorban. Karena cinta seharusnya membuatmu bahagia bukan terluka.
Ketika seseorang berusaha menjauhi hidupmu, biarkanlah. Kepergian dia hanya membuka pintu bagi seseorang yang lebih baik untuk masuk.
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tidak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan teruslah melangkah.
Perasaan yang paling berbahaya adalah iri, karena iri hati melahirkan kebencian dan kebencian akan membunuhmu perlahan.
Orang yang pantas ditangisi tidak akan membuatmu menangis, dan orang yang membuatmu menangis tidak pernah pantas buat kau tangisi.
Dalam kehidupan tiada yang abadi, karena ununtuk setiap ‘Selamat Datang’ akan selalu diakhiri dengan ‘Selamnat Tinggal’
Kamu bisa memiliki apa pun yang diinginkan jika kamu mampu menghilangkan keyakinan bahwa tdk mungkin mendapatkannya.
Wahai Yang Maha Lembut,manjakanlah hatiku yang sendiri ini, bahagiakanlah aku dalam pernikahan yang penuh cinta, yang mesra, yang setia.
Berhentilah mengkhawatirkan masa depan, syukurilah hari ini, dan hiduplah dengan sebaik-baiknya. Mario Teguh
Ketika kehadiranmu tidak dianggap, ketahuilah bahwa kamu sedang belajar tentang cara PEDULI.
Meratapi dan menyesali masa lalu tidak akan mengubah apa pun. Bangkit dan perbaiki setiap kesalahan yang ada.
Jangan berubah hanya karena ingin dicintai seseorang. Jadilah dirimu sendiri dan seseorang akan mencintai kamu apa adanya.
Mengemis cinta seseorang hanya membuatmu tidak berkualitas. Jika dia mencintaimu, kamu tidak perlu mengemis cintanya.
Kejahatan terencana adalah memberikan harapan palsu tanpa ada rasa cinta.
Percayalah, cinta sejati akan menjadi milikmu ketika kamu dan dia mampu SETIA.
Jika kekasih yang pas-pasan saja tidak kau dapatkan, berarti ada yang kau lakukan yang menurunkan daya tarikmu. Mario Teguh.
Mengeluh hanya melahirkan rasa kasihan buka cinta.
Tersenyumlah jika kamu dihina karena itu tanda sebentar lagi kamu akan ditinggikan. Tuhan Maha Adil.
Jika kalian gagal mendapatkan sesuatu, maka hanya satu hal yang harus kalian lakukan, coba lagi!
Jika kalian memiliki keinginan untuk memulai, maka kalian juga harus mempunyai keberanian dan keinginan untuk menyelesaikannya, bukan hanya mengakhiri.
Ada yang layak diberikan kesempatan kedua. Ada yang layak dimaafkan tapi tidak perlu diberi kesempatan kedua.
Wanita itu unik, mereka ingin kita itu tau bagaimana perasaannya tapi mereka tidak ingin mengatakannya.
Jika Anda gagal mendapatkan sesuatu, hanya satu hal yang harus Anda lakukan, coba lagi!!!!
Waktu adalah pedang, jika kamu bisa menggunakan dengan baik, maka pasti akan membawa keberuntungan, tapi jika kau menggunakan dengan buruk, pasti dia akan membunuhmu.
Jika kamu memiliki keinginan tuk memulai, kamu juga harus mempunyai keberanian dan keinginan untuk menyelesaikannya, bukan hanya mengakhiri.
Jangan takut akan perubahan. Kita mungkin kehilangan sesuatu yang baik, namun kita akan peroleh sesuatu yang lebih baik lagi.
Jika kamu berubah hanya karena ingin seseorang menyukaimu, maka kamu dicintai seseorang yang memang bukan dirimu.
Lebih baik digigit oleh seorang sahabat daripada dicium oleh seorang musuh.
Jangan pernah anda menggunjingkan orang lain, karena akan lebih baik mulai untuk merencanakan dan melakukan apa yang menjadi tujuan anda.
Kehidupan ini hanyalah sebuah perjalanan, Allah dan surga-Nya lah tujuan kita yang paling utama.
Tidak ada seorang pun yang akan membuatmu kecewa kecuali kamu sendiri yang mengizinkannya.
Kita tidak akan pernah mencapai kesuksesan sejati kecuali kita menyukai apa yang kita kerjakan.
Mengucapkan kata-kata lebih mudah dibanding bertindak. Karenanya orang yang bijak adalah orang yang mampu mebuktikkan ungkapannya.
Hidup itu sederhana, namun seringkali kita lah yang membuatnya menjadi sulit.
Jika manusia berusaha melawan hukum alam, maka ia akan menghancurkan dirinya sendiri.
Cobalah untuk belajar sesuatu tantang segala sesuatu dan segala sesuatu tentang sesuatu
Hidup adalah suatu tantangan yang harus dihadapi dan Perjuangan yang harus dimenangkan.
Karena harapan mampu melihat bahwa ada seberkas cahaya dibalik pekatnya kegelapan.
Berjalanlah dengan sebuah “harapan” di hati anda, maka anda tidak akan pernah berjalan sendirian.
Pahitnya hidup itu memang nyata, namun begitupun dengan adanya harapan yang selalu nyata dalam hidup.
Ketika kamu memulai dengan percaya, melangkah dengan keyakinan, maka percayalah kamu tidak akan pernah kehilangan harapan.
Bagaimana menurut kamu kumpulan kata-kata bijak di atas, bermanfaat atau tidak? jika kamu merasa kata kata bijak di atas bermanfaat silahkan bagikan artikel ini kepada teman-teman kamu yang mungkin juga butuh kata kata motivasi untuk mengembalikan semangat hidupnya. Sekian terima kasih, sampai jumpa dilain waktu dan kesempatan.

Puisi

Puisi

Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.
Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Pandangan kaum awam biasanya membedakan puisi dan prosa dari jumlah huruf dan kalimat dalam karya tersebut. Puisi lebih singkat dan padat, sedangkan prosa lebih mengalir seperti mengutarakan cerita. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.
Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala 'keanehan' yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Ada beberapa perbedaan antara puisi lama dan puisi baru
Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber belakangan ini makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu sendiri yaitu 'pemadatan kata'. Kebanyakan penyair aktif sekarang baik pemula ataupun bukan lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan pada pokok puisi tersebut.
Di dalam puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga ada bemacam, salah satunya adalah sarkasme yaitu sindiran langsung dengan kasar.
Di beberapa daerah di Indonesia puisi juga sering dinyanyikan dalam bentuk pantun. Mereka enggan atau tak mau untuk melihat kaidah awal puisi tersebut.

Hal-hal membaca puisi

Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi sebagai berikut:
  • Ketepatan ekspresi/mimik
Ekpresi adalah pernyataan perasaan hasil penjiwaan puisi. Mimik adalah gerak air muka.
  • Kinesik yaitu gerak anggota tubuh.
  • Kejelasan artikulasi
Artikulasi yaitu ketepatan dalam melafalkan kata- kata.
  • Timbre yaitu warna bunyi suara (bawaan) yang dimilikinya.
  • Dinamik artinya keras lembut, tinggi rendahnya suara.
  • Intonasi atau lagu suara
Dalam sebuah puisi, ada tiga jenis intonasi antara lain sebagai berikut :
  1. Tekanan dinamik yaitu tekanan pada kata- kata yang dianggap penting.
  2. Tekanan nada yaitu tekanan tinggi rendahnya suara. Misalnya suara tinggi menggambarkan keriangan, marah, takjub, dan sebagainya. Suara rendah mengungkapkan kesedihan, pasrah, ragu, putus asa dan sebagainya.
  3. Tekanan tempo yaitu cepat lambat pengucapan suku kata atau kata.

Unsur-unsur puisi

Unsur-unsur puisi meliputi struktur fisik dan struktur batin puisi

Struktur fisik puisi

Struktur fisik puisi terdiri dari:
  • Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.
  • Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.
  • Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, medengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.
  • Kata konkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misalnya kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll., sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll.
  • Gaya bahasa, yaitu penggunaan bahasa yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. Gaya bahasa disebut juga majas. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.
  • Rima/Irama adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup:
  1. Onomatope (tiruan terhadap bunyi, misal /ng/ yang memberikan efek magis pada puisi Sutadji C.B.),
  2. Bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi [kata], dan sebagainya
  3. Pengulangan kata/ungkapan. Ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Rima sangat menonjol dalam pembacaan puisi.

Struktur batin puisi

Struktur batin puisi terdiri dari
  • Tema/makna (sense); media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.
  • Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyairmemilih kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.
  • Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.
  • Amanat/tujuan/maksud (intention); yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca

Jenis-jenis puisi

Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru

Puisi lama

Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :
  • Jumlah kata dalam 1 baris
  • Jumlah baris dalam 1 bait
  • Persajakan (rima)
  • Banyak suku kata tiap baris
  • Irama
Ciri puisi lama:
  • Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
  • Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
  • Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.
Jenis-jenis puisi lama:
  • Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
Contoh:
Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu
  • Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.
Contoh:
Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukkan ke dalam hati
  • Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.
Contoh:
Dahulu parang sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)
  • Seloka adalah pantun berkait.
Contoh:
Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan
  • Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.
Contoh:
Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barangsiapa tinggalkan sembahyang (b)
Bagai rumah tiada bertiang (b)
Jika suami tiada berhati lurus (c)
Istri pun kelak menjadi kurus (c)
  • Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
Contoh:
Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)
  • Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.
Contoh:
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu

Puisi baru

Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.
Ciri-ciri Puisi Baru:
  • Bentuknya rapi, simetris;
  • Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
  • Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;
  • Sebagian besar puisi empat seuntai;
  • Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
  • Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.
Jenis-jenis puisi baru Menurut isinya, puisi dibedakan atas :
  • Balada adalah puisi berisi kisah/cerita. Balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait berikutnya. Contoh: Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Balada Matinya Seorang Pemberontak”.
  • Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Ciri-cirinya adalah lagu pujian untuk menghormati seorang dewa, Tuhan, seorang pahlawan, tanah air, atau almamater (Pemandu di Dunia Sastra). Sekarang ini, pengertian himne menjadi berkembang. Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Tuhan) yang bernapaskan ketuhanan.
Contoh:
Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
Menggeliat derita pada lekuk dan liku
bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
menitikkan darah dari tangan dan kaki
dari mahkota duri dan membulan paku
Yang dikarati oleh dosa manusia.
Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
dunia kehilangan sumber kasih
Besarlah mereka yang dalam nestapa
mengenal-Mu tersalib di datam hati.
(Saini S.K)
  • Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum.
Contoh:
Generasi Sekarang
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa
Menciptakan kemegahan baru
Pantun keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia
(Asmara Hadi)
  • Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup. Epigram berasal dari Bahasa Yunani epigramma yang berarti unsur pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada teladan.
Contoh:
Hari ini tak ada tempat berdiri
Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.
(Iqbal)
  • Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih. Berasal dari bahasa Perancis Romantique yang berarti keindahan perasaan; persoalan kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesra
  • Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan. Berisi sajak atau lagu yang mengungkapkan rasa duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu, terutama karena kematian/kepergian seseorang.
Contoh:
Senja di Pelabuhan Kecil
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
(Chairil Anwar)
  • Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. Berasal dari bahasa Latin Satura yang berarti sindiran; kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puas hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim, dsb.).
Contoh:
Aku bertanya
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi
di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
termangu-mangu dl kaki dewi kesenian.
(WS Rendra)
Sedangkan macam-macam puisi baru dilihat dari bentuknya antara lain:
  • Distikon, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas dua baris (puisi dua seuntai).
Contoh:
Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal
Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh
(Or. Mandank)
  • Terzina, puisi yang tiap baitnya terdiri atas tiga baris (puisi tiga seuntai).
Contoh:
Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana
Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Bersinar bagai matahari
Mewarna bagaikan sari
(Sanusi Pane)
  • Kuatrain, puisi yang tiap baitnya terdiri atas empat baris (puisi empat seuntai).
Contoh :
Mendatang-datang jua
Kenangan masa lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau silau
Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu
(A.M. Daeng Myala)
  • Kuint, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas lima baris (puisi lima seuntai).
Hanya Kepada Tuan
Satu-satu perasaan
Hanya dapat saya katakan
Kepada tuan
Yang pernah merasakan
Satu-satu kegelisahan
Yang saya serahkan
Hanya dapat saya kisahkan
Kepada tuan
Yang pernah diresah gelisahkan
Satu-satu kenyataan
Yang bisa dirasakan
Hanya dapat saya nyatakan
Kepada tuan
Yang enggan menerima kenyataan
(Or. Mandank)
  • Sektet, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas enam baris (puisi enam seuntai).
Contoh:
Merindu Bagia
Jika hari’lah tengah malam
Angin berhenti dari bernapas
Sukma jiwaku rasa tenggelam
Dalam laut tidak terwatas
Menangis hati diiris sedih
(Ipih)
  • Septime, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas tujuh baris (tujuh seuntai).
Contoh:
Indonesia Tumpah Darahku
Duduk di pantai tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih putih di pasir terderai
Tampaklah pulau di lautan hijau
Gunung gemunung bagus rupanya
Ditimpah air mulia tampaknya
Tumpah darahku Indonesia namanya
(Mohammad Yamin)
  • Oktaf/Stanza, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas delapan baris (double kutrain atau puisi delapan seuntai).
Contoh:
Awan
Awan datang melayang perlahan
Serasa bermimpi, serasa berangan
Bertambah lama, lupa di diri
Bertambah halus akhirnya seri
Dan bentuk menjadi hilang
Dalam langit biru gemilang
Demikian jiwaku lenyap sekarang
Dalam kehidupan teguh tenang
(Sanusi Pane)
  • Soneta, adalah puisi yang terdiri atas empat belas baris yang terbagi menjadi dua, dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris. Soneta berasal dari kata sonneto (Bahasa Italia) perubahan dari kata sono yang berarti suara. Jadi soneta adalah puisi yang bersuara. Di Indonesia, soneta masuk dari negeri Belanda diperkenalkan oleh Muhammad Yamin dan Roestam Effendi, karena itulah mereka berdualah yang dianggap sebagai ”Pelopor/Bapak Soneta Indonesia”. Bentuk soneta Indonesia tidak lagi tunduk pada syarat-syarat soneta Italia atau Inggris, tetapi lebih mempunyai kebebasan dalam segi isi maupun rimanya. Yang menjadi pegangan adalah jumlah barisnya (empat belas baris).
Contoh:
Gembala
Perasaan siapa ta ‘kan nyala ( a )
Melihat anak berelagu dendang ( b )
Seorang saja di tengah padang ( b )
Tiada berbaju buka kepala ( a )
Beginilah nasib anak gembala ( a )
Berteduh di bawah kayu nan rindang ( b )
Semenjak pagi meninggalkan kandang ( b )
Pulang ke rumah di senja kala ( a )
Jauh sedikit sesayup sampai ( a )
Terdengar olehku bunyi serunai ( a )
Melagukan alam nan molek permai ( a )
Wahai gembala di segara hijau ( c )
Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau ( c )
Maulah aku menurutkan dikau ( c )
(Muhammad Yamin)

Puisi kontemporer

Kata kontemporer secara umum bermakna masa kini sesuai dengan perkembangan zaman atau selalu menyesuaikan dengan perkembangan keadaan zaman. Selain itu, puisi kontemporer dapat diartikan sebagai puisi yang lahir dalam kurun waktu terakhir. Puisi kontemporer berusaha lari dari ikatan konvensional puisi itu sendiri. Puisi kontemporer seringkali memakai kata-kata yang kurang memperhatikan santun bahasa, memakai kata-kata yang makin kasar, ejekan, dan lain-lain. Pemakaian kata-kata simbolik atau lambang intuisi, gaya bahasa, irama, dan sebagainya dianggapnya tidak begitu penting lagi.
Tokoh-tokoh puisi kontemporer di Indonesia saat ini, yaitu sebagai berikut:
Puisi kontemporer dibedakan menjadi 3 yaitu
  • Puisi mantra adalah puisi yang mengambil sifat-sifat mantra. Sutardji Calzoum Bachri adalah orang yang pertama memperkenalkan puisi mantra dalam puisi kontemporer. Ciri-ciri mantra adalah:
  1. Mantra bukanlah sesuatu yang dihadirkan untuk dipahami melainkan sesuatu yang disajikan untuk menimbulkan akibat tertentu
  2. Mantra berfungsi sebagai penghubung manusia dengan dunia misteri
  3. Mantra mengutamakan efek atau akibat berupa kemanjuran dan kemanjuran itu terletak pada perintah.
Contoh:
Shang Hai
ping di atas pong
pong di atas ping
ping ping bilang pong
pong pong bilang ping
mau pong? bilang ping
mau mau bilang pong
mau ping? bilang pong
mau mau bilang ping
ya pong ya ping
ya ping ya pong
tak ya pong tak ya ping
ya tak ping ya tak pong
sembilu jarakMu merancap nyaring
(Sutardji Calzoum Bachri dalam O Amuk Kapak, 1981)
  • Puisi mbeling adalah bentuk puisi yang tidak mengikuti aturan. Aturan puisi yang dimaksud ialah ketentuan-ketentuan yang umum berlaku dalam puisi. Puisi ini muncul pertama kali dalam majalah Aktuil yang menyediakan lembar khusus untuk menampung sajak, dan oleh pengasuhnya yaitu Remy Silado, lembar tersebut diberi nama "Puisi Mbeling". Kata-kata dalam puisi mbeling tidak perlu dipilih-pilih lagi. Dasar puisi mbeling adalah main-main. Ciri-ciri puisi mbeling adalah:
  1. Mengutamakan unsur kelakar; pengarang memanfaatkan semua unsur puisi berupa bunyi, rima, irama, pilihan kata dan tipografi untuk mencapai efek kelakar tanpa ada maksud lain yang disembunyikan (tersirat).
Contoh:
Sajak Sikat Gigi
Seseorang lupa menggosok giginya sebelum tidur
Di dalam tidur ia bermimpi
Ada sikat gigi menggosok-gosok mulutnya supaya terbuka
Ketika ia bangun pagi hari
Sikat giginya tinggal sepotong
Sepotong yang hilang itu agaknya
Tersesat di dalam mimpinya dan tak bisa kembali
Dan ia berpendapat bahwa, kejadian itu terlalu berlebih-lebihan
(Yudhistira Ardi Nugraha dalam Sajak Sikat Gigi, 1974)
  1. Menyampaikan kritik sosial terutama terhadap sistem perekonomian dan pemerintahan.
  2. Menyampaikan ejekan kepada para penyair yang bersikap sungguh-sungguh terhadap puisi. Dalam hal ini, Taufik Ismail menyebut puisi mbeling dengan puisi yang mengkritik puisi.
  • Puisi konkret adalah puisi yang disusun dengan mengutamakan bentuk grafis berupa tata wajah hingga menyerupai gambar tertentu. Puisi seperti ini tidak sepenuhnya menggunakan bahasa sebagai media. Di dalam puisi konkret pada umumnya terdapat lambang-lambang yang diwujudkan dengan benda dan/atau gambar-gambar sebagai ungkapan ekspresi penyairnya.
Contoh:
Doktorandus Tikus I
selusin toga
me
nga
nga
seratus tikus berkampus
diatasnya
dosen dijerat
profesor diracun
kucing
kawin
dan bunting
dengan predikat
sangat memuaskan
(F.Rahardi dalam Soempah WTS, 1983)
Penyusunan puisi kontemporer sebagai puisi inkonvensional ternyata juga perlu memerhatikan beberapa unsur sebagai berikut:
  • Unsur bunyi; meliputi penempatan persamaan bunyi (rima) pada tempat-tempat tertentu untuk menghidupkan kesan dipadu dengan repetisi atau pengulangan-pengulangannya.
  • Tipografi; meliputi penyusunan baris-baris puisi berisi kata atau suku kata yang disusun sesuai dengan gambar (pola) tertentu.
  • Enjambemen; meliputi pemenggalan atau perpindahan baris puisi untuk menuju baris berikutnya.
  • Kelakar (parodi); meliputi penambahan unsur hiburan ringan sebagai pelengkap penyajian puisi yang pekat dan penuh perenungan (kontemplatif)

Kamis, 10 Maret 2016

Tutorial Hijab Simple dan Modern

Tutorial Hijab Simple dan Modern Terbaru 2016

Tutorial Hijab - Banyak orang mencari tutorial hijab yang simple, baik tutorial hijab paris, tutorial hijab pashmina, maupun tutorial hijab lainnya. Seperti kita ketahui saat ini gaya berhijab sangat bervariasi seiring kreatifitas para muslimah. Selain itu model hijab terbaru juga semakin banyak, sehingga anda dapat memilih model mana saja yang disukai. Pada tahun ini sendiri gaya hijab 2015 yang cukup populer yakni hijab paris dan juga hijab pashmina.

Meskipun sekarang banyak gaya berhijab namun sayangnya tidak semua wanita bisa mengaplikasikannya karena memang tidak gampang, apalagi untuk pemula. Nah oleh karena itu pada kesempatan kali ini Admin ingin berbagi beberapa tutorial hijab yang simple namun tetap modis.

Tutorial Hijab

Tutorial Hijab


Beberapa tutorial memakai jilbab yang akan diberikan kali ini Admin dapatkan dari berbagai sumber. Penasaran dengan gaya hijab terbaru? langsung saja berikut ini gambar tutorial hijab simple, modern, dan modis.








Beberapa tutorial hijab diatas memang susah-susah gampang apabila anda masih pemula, namun apabila diperhatikan lebih teliti pasti akan mudah saat dipraktekan. Sekian informasi tentang tutorial hijab yang dapat Admin berikan kali ini, semoga bermanfaat.